Hasrat Seorang Ipar
Aku berjalan dengan pelan sembari terus berpegangan pada lengannya.
“Sabar ya, Sayang. Kalau kamu nggak nyaman, nanti kita beli sepatu baru. Oke?” Mas Wisnu merangkul tubuhku yang kini tak terlalu jauh bedanya ketimbang kala tak memakai wedges. Pantas saja lelaki 180 sentimeter ini menyuruhku untuk memakai sepatu tinggi. Mungkin dia agak risih dengan jarak tubuh kami yang terlampau jauh, yakni 25 sentimeter. Jika dengan Mbak Mel, lelaki itu tak perlu takut dengan penampilan paripurna istrinya tersebut. Tinggi Mbak Mel selisih 10 sentimeter denganku dan dia sangat gemar memakai high heels, stiletto, dan segala jenis sepatu berhak puluhan senti lainnya.