JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
zolepenarumah eyangrumah eyang jogjarumah nenekmimpi minggat dari rumah
Aku lihat Umi berpikir sejenak, “Enggak tau, Mel. Mukanya pekat canning (hitam manis), sebagian tak nampak soalnya pake tutupan.”
“Tutupan? Kayak apa, Um?”
Obrolan kembali berlanjut dengan sedikit membuatku penasaran. Apa itu Aiswa? Atau Rahma? Karena teman panitia perempuan cuma mereka berdua.
Jantungku nyaris meloncat, saat Umi menunjuk jendela rumah Eyang selepas aku bertanya. Sosok itu melambai, memanggilku dengan kedua tangannya.