Menggoda Sang Paman
Centong ajaibtiba tiba lemas dan keringat dinginketuk pintu jam 12 malammandi jam 11 malamkabur matanya karena hendak pingsan
Rambutnya disanggul anggun dengan beberapa helai ikal lembut yang sengaja dibiarkan tergerai, membingkai wajahnya yang kini terlihat dewasa dan memesona.
High heels yang dikenakannya membuat langkahnya semakin mantap, feminin, namun tetap sederhana. Tatapan matanya lembut tapi mantap, bibirnya yang dipulas lipstik nude melengkung dalam senyum tipis ketika melihat Govan berdiri menunggunya.
Govan menelan ludah. Untuk sesaat, ia lupa caranya bernapas.
"Ya Tuhan..." bisiknya dalam hati. "Sejak kapan dia secantik ini?"