Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

Dengan Bang Angga juga pernah, termasuk dalam hal … “Maafkan, Om, tapi hal ini perlu dipertanyakan. Walau Angga sudah tutup mata. Om ingin memastikan.” Ucapan calon mertuaku membuat diri ini waswas dan menelan air liur. Jantungku jadi bertalu-talu. “Apa ada yang salah dengan kami berdua, Om?”
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
Membungkam Mertua Dengan Penghasilanku

Membungkam Mertua Dengan Penghasilanku

cicit Anggi dengan raut wajah mencemooh. "Ibu doakan usaha ni orang bangkrut, jatuh miskin dan hina! Adiknya tak jadi orang sukses, tidak bisa lulus kuliah! Semoga tersandung masalah besar!" ujar mantan mertua mendoakan aku dengan sumpah serapahnya. Dereka berdua pergi dari tokoku dengan penuh amarah, menatapku seperti membenci diri ini. Astagfirullah.. Apa Ibu tidak takut doa buruknya itu kembali pada diri dan keluarganya.
10165.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Nyatanya Mas Rauf sehat wal afiat dan memiliki usaha. “Lanjut,” kata dr. Vadi menyuruhku untuk melanjutkan cerita. Padahal rasanya aku sudah muak untuk membahasnya lagi. Rasa sesak dalam dada lebih-lebih membuatku ingin menangis. “Mertua terus-terusan minta uang untuk berbagai kebutuhan. Puncaknya kemarin sore saat kami mau memasak bersama. Beliau minta satu juta untuk membayar cicilan motor adik iparku, padahal uang di dompet tinggal dua ratus ribu. Ya, aku marah, Dok. Eh, M-mas ....” Aku menutup bibirku dengan jemari, kemudian menatap dr. Vadi sembari mengangguk tanda minta maaf karena keceplosan memanggil dokter.
9.875.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Paling tidak sekarang mertua dan adik iparnya itu sudah bisa bersikap baik padanya. "Dinda, Arumi, kalian sudah sarapan belum?" ucap Bu Hilda. Arumi menaikkan alisnya menatap heran pada sang ibu mertua. Apa ia tidak salah dengar? Bu Hida menawarinya sarapan? Seumur - umur baru kali ini, itu terjadi. Atau jangan - jangan wanita itu telah menaruh racun di dalam makanan itu. Astaga, kenapa Arumi jadi berpikiran buruk seperti ini. Ia tahu kalau mertuanya itu licik dan jahat, tapi sepertinya mertuanya tidak mungkin bersikap seekstrem itu hingga tega meracuni mereka.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
Mertua yang Harus Mengalah

Mertua yang Harus Mengalah

"Tidak usah repot-repot, Bu. Ada Mbak. Ibu istirahat saja." Itu adalah senyum sopan yang terasa dingin. Sebuah batasan tak terlihat, tetapi jelas terasa. Batasan antara dirinya dan rumah megah itu. Mertua kalah, begitu istilahnya yang sering ia dengar. Harus mengalah, tidak boleh banyak bicara, apalagi ikut campur. Demi menjaga keharmonisan, demi tidak diusir secara halus.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

"Tidak tahu malu, tidak punya etika, apa kamu tak bisa menahan gatalmu hingga sampai memadu asmara di rumah orang." "Maafkan aku, tapi Mas Dirga ...." "Ouh, jadi kamu menyalakan Dirga?" Entah mengapa semakin lama aku makin merasa bahwa ibu mertua bersikap layaknya seorang madu. Dia sangat dengki, dan api kemarahannya terlihat jelas mengetahui aku telah berbagi kasih dengan anaknya malam tadi. "Aku mandi Bu, maaf._"
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
Aku Dikira Miskin, Padahal Kaya Bukan Main

Aku Dikira Miskin, Padahal Kaya Bukan Main

Tak kuhiraukan teriakan lelaki itu yang terus memanggil. “Dasar mertua tidak tahu terima kasih. Anaknya sudah enak tinggal di rumahku, apalagi beberapa tahun ini perusahaan dia yang mengelola " gertuku pelan. Aku tidak tahan lagi dengan segala perlakuannya. Mertua toxic seperti itu harus diberi pelajaran. Sekarang aku bukan Ayu yang selalu penurut, selama ini aku terlalu bodoh.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
Mertua Masa Gini?

Mertua Masa Gini?

💐 Bukannya Aisyah tak suka rumah tangganya diketahui mertua, tapi rasanya ia mulai sedikit risih. Gendis baik, mertua yang sayang tanpa pandang bulu mau itu anak kandung atau menantu. Bahkan, kucing buluk tak terurus aja, Gendis bisa bawa ke petshop, dirawat sampai sehat setelah itu bebas diadopsi pencinta kucing tanpa minta dibayar apapun.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
Madu Pilihan Mertua

Madu Pilihan Mertua

Terdengar umpatan sang ibu mertua. Maya tidak memedulikan hal itu, hatinya sudah sakit dengan semua permasalahan yang terjadi. Dicap mandul oleh ibu mertuanya. Suaminya, Aris tidak bisa menolak permintaan ibunya, hingga membuat dirinya sangat sedih.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai mertua toxic
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status