DIARY SKIZO
Panasmu hangat
Marahmu cekat
Umpatmu lezat
Kutukmu nikmat
Tuan menangis, aku teriris
Tuan bersedih, aku merintih
Tuan terluka, aku membela
Tuan bersalah, kutetap cinta
Memang, cinta segila ini
Gila tergila semakin gila lalu menggila bersama-sama
Cinta berharga
Makna setia
Mengubah ingin
Berharap mungkin
~~~
Mohon maaf pabila selama ini saya ada salah-salah kata, sampai jumpa di kesempatan yang berbeda.
Catatan terakhir : Pesona Senja
_______________
Sebuah notifikasi messenger muncul beberapa belas menit setelah aku mengunggah puisi gila tersebut. Siapa lagi kalau bukan Kaffah, Si Bunglon tengil yang kini tengah melanjutkan studi magisternya di Australia.