Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
YOU

YOU

Tidak ingin terlalu lama meyaksikan Kesya yang sedang berpelukan dengan Adrian, Sean langsung berbalik, melangkah menjauh dari pasangan itu. Dastan mengumpat berbagai sumpah serapah di dalam hatinya. Saat ini, dia tengah berada di ruangan yang sama dengan ayahnya Derrick. Kedua tangan Dastan saling bertautan demi mengusir segumpal kegelisahan di benaknya. Meskipun dokter Derrick cenderung ramah dan suka bercanda tapi jika sudah menyangkut hal serius, Dastan tidak lagi berani menggoda dengan gurauan murahnya.
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Sapa Dira. “Wa’alaikumussalam, akhirnya sampe juga ya lo. Duduk Dir.” Andira duduk di kursi sebelah kanan Aluna, menyisakan satu kursi kosong tepat di depan sahabatnya yang terlihat begitu bahagia karena akhirnya ia bisa bertemu dengan pangeran impiannya setelah terpisah lautan hampir 3 tahun lamanya. “Lo mau pesen apa? Biar gue pesenin sekalian”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

ujar pria itu tertawa sekali lagi, membuat raccel tercengang kenapa dia tau kalau raccel adalah duyung "kenapa? apa kamu kaget nona kenapa aku tau?" "apa maksudmu?" tanya raccel semakin takut "aku sudah lama mencari jejak-jejak duyung dan ini adalah hari keberuntunganku" ucapnya sambil tak henti hentinya tertawa "apa yang kamu inginkan?" "jangan marah-marah nona, kamu akan baik-baik saja" ujarnya sambil berbalik dan menjauh meninggalkan raccel
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
Duda itu Suamiku

Duda itu Suamiku

Dan dia merasa jika dirinya telah gila, karena mengharapkan Bryan selalu ada di sisinya. ***
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

tanya Banyu yang dijawab dengan tamparan yang lumayan bertenaga dari Diani di kepala anak sulungnya. “Aduh! Ibu!” pekik Banyu. “Kamu itu duda. Inget statusmu! Emang Ibu mau punya anak duda?!” ucap Diani sambil melenggang pergi. “Jahat banget!” ucap Banyu sambil mengusap bekas tepukan Diani di kepalanya sambil meringis menahan sakit. ***
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
MR. D

MR. D

D mencoba meneliti memastikan bahwa yang di depannya adalah Wahyu putra almarhum Haji Jaka. “Aku Wahyumu Mbah Raji, aku cucumu dahulu. Aku Cucu kesayanganmu dahulu, sosok MR. D adalah Wahyumu Mbah Raji. MR. D hanya sebuah julukan saat aku kerap menulis pada lembar putih bernama kertas Altar yang dimana tulisanku itu bisa jadi adalah sebuah ramalan dan benar adanya semua ini sudah terjadi. Bahkan keadaan ini sebelumnya telah aku tulis di sebuah buku yang aku simpan rapi berjudul T O H. Kau pun tahu itu dan sempat membacanya bukan,” ucap MR. D sembari duduk diatas rerumputan memandang Susanti.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

Niat hati ingin mampir ke supermarket untuk membeli bahan masakan sebelum dirinya menuju apartemen Ken, yang ada malah dirinya terjebak sendirian di sini. Lea mengeratkan genggamannya pada kantung belanjaan yang berlogo salah satu super market besar. Gadis dengan rambut di kuncir setengah itu menggigit bibirnya sambil menunduk. Dingin. Dia sudah mencoba menghubungi Ken, tapi ponselnya tidak aktif. Terang saja, tadi sebelum Lea pergi ke supermarket Ken sudah bilang bahwa dia ingin tidur dan ponselnya sedang lowbat yang mana saat ini pasti sudah mati. Ugh, bisa Lea bayangkan Ken yang sedang bergulung di balik selimut tebal dengan nyaman, berbanding terbalik dengan dirinya yang malah terciprat
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
OH DUDA

OH DUDA

"Duda yang satu ini kapan bisa berpenampilan buluk, sih? Datang dengan status duda jomlo aja masih keren begini, siapa yang mau nge-bully?" Duda? Bukankah itu Erzha? Ya, Sakina tidak mungkin salah lihat, terlebih pria itu makin mendekat dan semakin jelas kalau itu memang Erzha. Jadi, selama ini Sakina salah sangka. Erzha bukanlah suami orang. Ya ampun.... "Gue tiap tahun selalu keren, tapi tetap di-bully," protes Biru.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Mama

Duda Pilihan Mama

Wulan berseru, suaranya meninggi. “Saya takut dikira halu. Lagian saya fokus kabur. Nggak sempat mikir aneh-aneh.” Dito merunduk, menyesal. Wulan menarik napas panjang. Ada terlalu banyak kebetulan. Terlalu banyak celah yang belum terisi. *******************
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai might duy
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status