Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Harta, Tahta, Obsesi Gila

Harta, Tahta, Obsesi Gila

Dengan napas yang sama tersengal, meninggalkan Mila yang hampir kehabisan napas dan lemas di bawah sana. Pria kali ini memakai kaos polo warna putih, dipadukan kemeja kotak-kotak tak dikancingkan. Mendengar hal itu, tentu saja perasaan Arletta makin gusar. Gadis itu terus mencoba berpikir cepat mencari solusi, seraya memindai tempat itu. Mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menolong Mila. Dapat!
1031.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai muka polos
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Arletta,mengembalikan semua harta Kusuma yg telah berada ditangannya kepada tetua Kusuma,karena tujuan utama untuk membekuk Adiyaksa telah berhasil... Arletta tak pernah menginginkan harta dari keluarga manapun.... Arletta & Arkana akan berjuang mandiri....
Sindy Septi
ceritanya keren banget dan konflik bgt pokoknya...gimana kuat dan tangguhnya arletta menjalani kehidupannya yg penuh dengan konflik dimulai dari kecil udah kehilangan saudara kembarnya dan ketika dewasa dia harus bertahan menjalani kehidupannya yg keras pokoknya kawal sampe tamat ceritanya
Baca Semua Ulasan
MARCO-POLO

MARCO-POLO

Mata Marco terbelalak, ia terlihat marah atas keputusan sepihak saudara kembarnya itu. "Di mana Polo sekarang?" Marco berjalan dengan gusar mendatangi kamar yang disinyalir tempat Polo berada. Namun, saat mereka melintasi koridor, sebuah pintu terbuka dan muncul Irina di sana. "Oh, aku sampai lupa jika kau ada di tempat ini," sahut Ritz terkejut saat mendapati Irina terlihat feminim dengan penampilan barunya, entah ia dapat dari mana dress bermotif bunga berwarna orange pastel tanpa lengan setinggi lutut dan rambut tergerai.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 518 kali sebagai muka polos
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Polos Pak Boss

Ibu Susu Polos Pak Boss

Semua makan dengan syahdu, mengisi perut mereka dengan sajian enak, murah dan porsinya banyak. Namun ketenangan itu terusik saat dari arah jalan, saat suara motor menderu keras di depan jalan. Lima pria berpakaian serba hitam masuk berurutan. Jaket kulit, tato di leher, dan helm yang sengaja tidak dilepas, membuat siapa pun yang melihat mereka akan langsung menahan napas. Gaya mereka jelas mencolok—seperti geng motor yang biasa muncul di film-film kriminal.
9.8131.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai muka polos
Baca
+Pustaka
MAMA MUDA VS MAS POLISI

MAMA MUDA VS MAS POLISI

Sebuah wajah yang nampak tak asing belakangan ini tertangkap netraku. Wajah tampan dengan hidung mancung, serta alis tebal yang hampir menyatu itu ternyata juga melihat ke arahku ! Sempat mata kami saling bertemu sepersekian detik, sebelum akhirnya saling membuang pandang. Dalam hati aku sedikit penasaran, " Kenapa Polisi arogan ini bisa berada di tempat ini?" Fattan!
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai muka polos
Baca
+Pustaka
Istri Polos Mas Duda

Istri Polos Mas Duda

"Selamat datang, Nona." Seorang wanita cantik membuka kacamata hitam yang menutupi kedua mata cantiknya. Mantel tebal dan berbulu yang melekat pada tubuhnya, kini ia lepas dan diserahkan kepada seorang kepala maid yang menyambut kedatangannya. "Suhu udara kota ini masih sama, bahkan setelah lima tahun berlalu. Di mana, Ayah?"
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai muka polos
Baca
+Pustaka
Prime Time Bersama Mas Polisi

Prime Time Bersama Mas Polisi

Demitrio mengangguk-anggukan kepalanya. "Kalau ini kamu tahu tidak?" Demitrio seragam babysitter merah muda dalam kantong plastik yang lebih besar. Rani merasa jantungnya nyaris lepas, saat sang polisi mengeluarkan baju seragamnya. Karena baju itu telah ia buang seminggu yang lalu. "Kamu bisu? Kamu tahu tidak seragam siapa ini?" Demetrio memukul meja kayu dengan kepalan tangannya.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai muka polos
Baca
+Pustaka
Istriku Polos-polos Biadab

Istriku Polos-polos Biadab

Aku membatin. "Makan apa, Nak? Kenapa gak disuapin Ateu?" "Mau Mira suapin, Salsa kekeuh mau makan sendiri," ucap Mira seraya melewati kami dan menaruh sapu di sudut. "Ya, gak pa-pa, Mir. Yang penting mau makan, dia." "Makan nasi goleng sama telol ceplok, Papa," jawab Salsa cadel. "Anak pinter!" Kuacak rambut lurus Salsa dengan sayang.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai muka polos
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status