Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Ukuran kereta. Ukuran gajah. Lalu— ⚡ TING!! Sebuah layar sistem muncul. [Target Size Adjusted] [Re-evaluating...] Raka berkedip. "Hm." ⚡ TING!! [Target No Longer Exceeds Maximum Registration Limit] Hening. Elena membelalak. Bima membelalak. Lullaby membelalak. Bahkan Nox ikut membelalak. "...Apa artinya itu?"
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Jenderal Tiran Itu Suamiku

Jenderal Tiran Itu Suamiku

"Karena aku nggak mau kau ngerasa nggak berdaya kalau ada apa-apa. Terutama sekarang, sama semua yang lagi terjadi." Kalimat itu bikin Ratri inget lagi soal sepuluh hari yang lagi mereka hitung mundur, tapi dia buru-buru nepis pikiran itu. Sore ini, dia cuma pengen fokus sama momen yang ada di depannya. "Lumayan," Wira komentar, "tapi tenagamu masih dari lengan doang. Coba pake pinggang." "Gimana caranya mukul pake pinggang?" Wira nunjukin gerakannya sendiri, muter pinggang dikit sebelum ngepalin tinju ke depan, gerakannya halus dan keliatan efisien banget.
10470 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Dekapan Hangat Papa Rivalku

Dekapan Hangat Papa Rivalku

kata Mikha. Rara membuka mata dan bercermin. “Eh iya, cantik loh gue.” Rara senang hasil Mikha kembali tidak mengecewakannya. “Emang badas sih elu urusan make up, Mikh. Bukan diterusin jadi MUA.” “Ntarlah, gue lagi butuh uang banyak.” Mikha memang seorang MUA amatiran, paling hanya make up pesta saja. Selebihnya dia belum berani, karena tidak pelatihan professional.
292 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Dibuang Suami Kikir, Jadi Ratu Tuan Presdir

Dibuang Suami Kikir, Jadi Ratu Tuan Presdir

Matanya langsung memerah, meluruhkan air mata. Marah dengan keadaanya yang terpernah memihaknya, Adelia menepis tangan MUA yang mendandaninya. "Stop, Mbak! Jangan rias saya lagi!" Adelia beranjak dari tempat duduknya. "Nyonya, Nyonya mau ke mana? Riasannya belum selesai!" seru MUA itu, panik karena Adelia malah berontak. Mengabaikan kekhawatiran MUA itu, Adelia menyambar tisu di atas meja, menghapus wajahnya yang dirias make tebal.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Tinggal Seatap dengan Maduku

Tinggal Seatap dengan Maduku

Goda Zia. "Ihh apa sih Zi. Malu tau." Rajuk Raisa. "Semoga cepat nyusul ya." Ucap Zia sambil menggosok perutnya yang masih rata dan mengedipkan mata pada Raisa. "Hehehe, udah ah malu ngomong begini." Ucap Raisa yang mukanya mulai memerah.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

PLAAK ! "Jaga bicaramu!" Ups! Sebuah tamparan mendarat cantik di pipi kemerahan milik Liana. Tamparan yang begitu keras dari Mas Dewa mengakibatkan luka pada sudut bibir Liana hingga mengeluarkan sedikit darah. Tubuh Liana terhuyung ke samping. Beruntung wanita yang selalu berpakaian serba terbuka itu mampu menyeimbangkan tubuhnya hingga tak sampai terjatuh.
9.6289.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

Bagaimana sudah cantik dan langsing 'kan Kuakui saat ini ia tampak seperti umur dua puluh lima tahun. Bahkan, kayak belum punya anak. Wajahnya mulus dan glowing banget. Beda denganku yang penuh jerawat dan flek hitam. Untung ada make up yang menutupi. Kalau tidak udah mirip zombie. Mas Ragil menggandeng Tiara mesra. Ia berlaku seolah-olah pria yang sedang jatuh cinta pada seorang wanita. Sementara aku berjalan di belakang mereka dengan dada dipenuhi bara.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Aku memejamkan mata, membiarkan MUA mengukir wajahku. Semakin mata ini terpejam semakin aku jadi terngiang-ngiang pesan barusan. Astaghfirullah ... jauhkan aku dari rasa Was-was ya, Rabb. “Mbak ini sudah cantik, bahkan sangat cantik di-make up apa saja tetap cocok. Malah kadang aku takut kalau aslinya cantik di-make up tidak manglingi nanti jadi omongan banyak orang,” ujar sang MUA.
10146.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Maya mendengarkan dengan seksama, wajahnya penuh perhatian. "Dia benar-benar bilang begitu?" tanya Maya, terkejut. "Itu sangat tidak adil, Livia. Kamu sudah berjuang dengan semua yang terjadi, dan sekarang dia malah menambah bebanmu." "Aku tahu," jawabku, menahan air mata. "Tapi setiap kali aku melihat ketidakpuasan di wajahnya, aku merasa seperti gagal. Dan sekarang ada Marlina. Dia terlihat sempurna, sedangkan aku merasa tidak berarti."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Ayu tersenyum miring sembari menyentak tangan Sari. "Enggak juga. Kalau Mbak tersinggung, berarti Mbak masih ada urat malunya. Syukurlah, aku kira wanita murahan seperti Mbak urat malunya udah dibuang ke tong sampah," cecar Ayu membuat Sari lepas kendali, refleks dia melayangkan tangan, tetapi langsung ditahan Ayu sebelum mendarat di pipinya.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai muka rata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status