Tumbal Purnama
Airylinebangun tidur tiba tiba ada bekas cakaranrenungan sepertiga malambau bangkai di kamartelinga seperti ada suara angin
Arga, meski memiliki banyak beban pikiran, tetap membantu keluarganya menjalankan usaha kecil mereka, sebuah toko bahan makanan yang terletak di tepi kota.
Pagi itu, toko terlihat ramai. Lila sibuk melayani pelanggan, sementara Bima mengatur stok barang di gudang. Arga duduk di meja kasir, tetapi pikirannya melayang ke penglihatan-penglihatan yang ia alami. Wajah-wajah tumbal sebelumnya terus menghantui, memintanya untuk bertindak cepat.
Seorang pelanggan mengetuk meja, membuyarkan lamunannya.
Hot Chapters