Nikah Yuk, Gus!
Gus Farhan menafsir, ruang itu merupakan gedung di bawah tanah, sebuah tempat persembunyian untuk menyekap orang-orang tidak bersalah sepetinya.
"Saya hanya perlu membawanya pulang, perihal hubungan dan status itu tidak penting!" jawab Gus Farhan mantap dengan mendongakkan kepala. Ia mencari-cari sumber suara, memperhatikan dengan seksama, seorang pria yang tengah mengisap cerutu kuno dengan kaca mata hitam masuk ke dalam.
Bos Bagong mengembuskan asap ke udara kemudian berkata, "Kau sangat berani."
Capítulos em Alta