KEMBALINYA SANG RATU
Ia kisahkan perjumpaan dengan para petani Korea, suku Aborigin di Australia, suku-suku gurun Mongolia, hingga kebijaksanaan nelayan Pasifik dan para penanam kopi di Brasil.
“Dunia tidak krisis karena kekurangan teknologi,” katanya, “melainkan karena kehilangan makna. Kita lupa bahwa tanah bukan sekadar sumber daya. Ia adalah ibu kita. Kita lupa bahwa perdagangan bukan hanya soal angka, tapi soal kepercayaan. Kita lupa bahwa langit bukan cuma atmosfer, tapi kitab abadi.”
Kata-katanya menggema. Dalam keheningan, seorang perempuan dari Polandia menangis pelan. Ia berkata, “Kau mengingatkanku pada puisi pujangga kami yang dibakar saat perang.”