Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Dia sudah dalam suasana hati yang buruk karena Fane. Komentar negatif itu sepertinya menyalakan sumbu dalam dirinya. Dia tiba-tiba berdiri di atas tikarnya ketika berteriak pada semua alkemis di sekitarnya, “Kalian semua, tutup mulut kalian! Hasilnya belum dikirim, dan kalian sudah mengatakan hal-hal yang menyedihkan. Bahkan jika hasilnya bagus, itu semua telah ditelan oleh kata-kata kalian yang menyedihkan! Aku percaya pada keterampilan Nash. Bahkan jika dia tidak mendapatkan harta karun hitam, dia hanya akan sedikit tertinggal!”
9.16.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236.3K kali sebagai nafas tidak lega
Tampilkan Ulasan (2320)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Raka Abqary
karakter seperti ini yg pling bgus crtanya..tegas,berani,kuat & bsa mnyelesaikn mslahnya tnpa keraguan,,gk sprti "darill darby",buset dah lu,,klah mulu,,msuhnya lbih kuat drinya,brtingkh konyol,gk fokus ke mslahnya,yg diingatnnya hnya mmperbanyak wnita..bkn musnahkn msuh..ap lgi "philip clarke".....
Baca Semua Ulasan
Maaf Mas, Aku Tega!

Maaf Mas, Aku Tega!

ucapnya sambil memegang wajahnya. "Ha ha ha ...Pak Yusuf ada-ada saja." Entah apa yang membuatku tertawa, mungkin ekspresinya yang lucu. "Tu kan Pak lagi." protesnya sambil memanyunkan bibir. Merajuk, persis anak kecil saat ngambek, lucu sekali. "Oke, Mas Yusuf.Ngomong-ngomong kenapa Pak...eh Mas Yusuf tidak menikah lagi. Saya lihat Nadia butuh Sesok seorang ibu."
1021.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
GADIS NAKAL ITU MILIKKU!

GADIS NAKAL ITU MILIKKU!

“Aku akan berlari mengelilingi Roma, jika sampai aku mencintai gadis berkepala batu, dan tolol seperti dia. Aku bersumpah!” “Ingat, jangan sembarangan mengeluarkan kata-kata, atau suatu saat akan menjadi bumerang bagimu,” ledek Vanes. Entah kenapa bayangan tentang Grace kali ini menari-nari di kepala Edward, tingkah konyol, genit, dan ceplas-ceplos seakan melekat tak mau pergi. * Mereka memilih sebuah tempat bermain billiard untuk meredakan jenuh yang melanda setelah seharian berkutat dengan dokumen yang terus memperkaya diri.
1057.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
Bertahan Dalam Asa Hampa

Bertahan Dalam Asa Hampa

Naira mengingatkan lagi satu hal penting. "Gue kayaknya mau resign aja deh, Nai." "Kenapa?" Nissa mengedikan bahu. "Udah nggak betah sama lingkungannya. Juga ... udah keenakan rebahan. Jadi nanti, lo tolong biayain gue ya, Nai." "Sialan! Lo kata gue sugar mommy lo!" Naira melempar bantal sofa ke arah Nissa. Namun tidak keras dan masih bisa di tangkap Nissa dengan gampang.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
Di Balik Romantisnya Suamiku

Di Balik Romantisnya Suamiku

Naffa kembali melempariku beberapa pertanyaan dengan nada kecewa terselip. "Engga. Kamu engga lihat? aku lagi nyetir, Naf." Aku menampik pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya memang fakta. Aku memang belum bisa menerima fakta bahwa aku akan memiliki anak dari wanita yang jelas bukan istri sahku. "Hmmm," Naffa hanya bisa berdeham dengan air mukanya yang mulai terlihat kusut. Sepertinya, ia jadi lebih sensitif setelah tahu bahwa dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
Membawa Pergi Benih Calon Pewaris sang Presdir

Membawa Pergi Benih Calon Pewaris sang Presdir

“Kenapa, Fal? Kontrakan itu nyaman kok.” Naufal balas menatapnya, mencoba mencari keberanian untuk menegaskan niatnya. “Gita, aku cuma khawatir… tetanggamu di sana sudah terlalu keterlaluan. Aku nggak ingin kamu harus menghadapi perlakuan seperti itu lagi. Stresnya bisa berdampak pada kondisi kamu dan bayimu,” ujarnya.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
NAFKAH LIMA RIBU

NAFKAH LIMA RIBU

ujar Wahyudi penuh harap. Ambar menghela napas panjang. 'Ya sudah! Ibu transfer lima belas juta! Tapi ibu tidak bisa datang ke pernikahan kamu! Ibu masih pusing karena baru saja menyelesaikan masalah dengan Adelia. Dan titip salam untuk orang tua Wina. Kamu jangan sampai mempermalukan ibu!" "Oke, Bu! Terimakasih! Ibu memang yang terbaik!" seru Wahyudi bersemangat.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
The Playboy

The Playboy

“Sudah yuk, bobo. Besok kita temuin papa aku, anak-anak juga pasti senang mau lihat opanya,” “Oke, sayang,” Micko dan Farah tertidur lelah namun di rumah Nafa telah terjadi ke tidak nyamanan. Nafa mengamuk hebat. Beberapa pramuwisma yang melihatnya berusaha untuk acuh dengan nyonya mereka. Ia benar-benar tengah mengalami keterpurukan, “Micko dan Farah lihat saja kalian semuanya, berani-beraninya kalian merebut anak’ku,” katanya dengan geram marah. Nafa turun dari kamarnya dan mengadakan interogasi di antara pramuwismanya.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
Tujuh Tahun Yang Suram

Tujuh Tahun Yang Suram

“Belum lima kali.” “Aku capek Mas,” rengek Nafia berharap Arga akan mundur. Namun sentuhan sehalus bulu dan ciuman – ciuman kecil yang diberiakan oleh suaminya membuat Nafia terlena juga. ‘Ih dasar singa,’ batin Nafia. Namun tetap pasrah diapa – apain suaminya hingga menjelang subuh. Bersambung...
1056.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

#Pura_Pura_Rebahan Part 9 : Tunggakan Cicilan Bank Setelah ponsel jadulku lowbet karena terus menelepon Mas Nizar tapi tak juga disambut, kaki ini kesemutan karena kelamaan berdiri, tubuh bentolan karena digerogoti nyamuk ganjen, Aisha tertidur di gendongan, sedang Naffa tertidur tengkurap di atas motor, barulah Mas Nizar keluar dari pintu restoran itu. Wajahnya terlihat sangat letih dengan keringatan bercucuran, seperti habis lari marathon saja.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai nafas tidak lega
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status