Boss With Benefit
”
Naila melangkah di samping Devan sambil menggulir layar ponsel, matanya terfokus pada benda pipih itu hingga tidak sengaja tersandung, untung saja Devan dengan sigap menahan tangannya.
“Pandangan tuh ke jalan, Nai. Bukan ke hape,” omel Devan.
”Iya, iya, kamu tuh nggak capek ngomel mulu?”
”Kamu nggak capek ceroboh terus?”
”Dev, butuh obat darah tinggi, nggak? Kita cari apotek, yuk,” ajak Naila.
”Nggak lucu,” jawab Devan datar dan kembali berjalan, namun baru beberapa langkah, pria itu berhenti, membungkuk ke arah Naila, “butuhnya telanjang sama kamu sekarang.”
Capítulos em Alta