Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
KAMASEAN

KAMASEAN

Laki-laki yang memiliki alis tebal itu tampak berjongkok di sebuah nisan bertuliskan nama: Leona Valleryn, seorang perempuan yang jasadnya dimakamkan di sana semenjak tiga tahun yang lalu. Laki-laki itu meletakkan bunga di pinggir nisan tersebut, ia tampak mengusap tulisan yang mulai memudar itu, hal yang selalu dilakukannya setiap kali datang ke sana.
102.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 57 fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
LUKA

LUKA

"AYAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!" ****
87.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 230 fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
Kinan

Kinan

Tak lupa, Kinan mengambil beberapa kaleng minuman bersoda dan membawanya bersama ke balkon. "Ini sedikit pedas, mungkin kau akan menangis." "Kau meremehkanku ya?" tanya Kinan memandang sinis. Noah mengaduk-aduk mie instannya dan memakannya pelan. Kinan yang tidak mau kalah pun, ikut memakan mie berasa pedas itu sampai ia tidak menyadari panas dari kuah mie tersebut. "Ah, lidahku!" "Makanya kalau makan itu pelan-pelan!" Noah berdecak pelan, ia mengambil satu kaleng minum soda—membukanya dan kemudian menyodorkannya ke Kinan. "Nih, minum!"
108.2K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 171 fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
Koma

Koma

SEROJA Hari-hari dikelas berjalan seperti biasanya, membosankan. Aku punya banyak teman tapi hanya sebatas nama. Mereka pikir bisa membodohiku dengan menyuruhku mengerjakan pr mereka. Aku melakukan itu hanya karena aku bosan, tidak tahu apa yang harus dilakukan. "Oja, kantin yuk." seorang gadis berambut panjang dan tinggi berdiri di sebelahku dengan muka ceria seperti biasa. Dia bernama michel salah satu murid VIP.
102.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 98 fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 30 fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
Yang Ternoda

Yang Ternoda

tanyanya. “Nih!” jawab Zafira menunjukkan botol parfumnya. Gilang tergelak melihatnya. “Parfum apaan itu, nggak ada merk nya! Murahan amat sih, baunya bikin aku mau muntah tau nggak!” Zafira hanya diam dan memasukkan kembali botol parfumnya ke dalam tas nya. Nggak ada gunanya meladeni ucapan alien ini, batinnya.
1060.1K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 2.2K fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
CEO Nakal Kekasihku

CEO Nakal Kekasihku

Lelaki itu mencari ke segala restoran Jawa, tapi tidak ketemu dengan namanya nasi megono. “Apa itu nasi megono?” bisik Keano pada dirinya sendiri. “Sebaiknya minggir dulu, cari minum dan tanya, siapa tahu lelaki di sana mengetahui nasi megono. “Pak airnya satu.” Lelaki itu memberikan sebotol air mineral. “Pak, pernah dengar nasi megono?” tanya Keano.
9.7213.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 8.1K fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
THE KOLONI

THE KOLONI

#.Pov Arrone Hai, aku Arrone Maagsolf calon Alpa koloni Redmoon. Sebentar lagi hari pelantikanku sebagai Alpa dalam kaumku tapi sejujurnya aku belum siap untuk itu. Papa memintaku untuk menemukan mate-ku secepatnya sebelum aku dilantik agar pelantikanku bisa disertakan dengan pelantikan mateku menjadi Luna dalam koloni kami.
106.9K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 207 fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
RADINKA

RADINKA

Kino ikut melambaikan tangannya. "Lo gak sekolah? Wahh anak baru udah nakal ya," ucap Kino dengan suara keras pada teman kecilnya yang tak malu memperlihat muka bantal dan rambutnya yang berantakan namun tetap aura cantiknya keluar itu.
103.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 72 fois en tant que nano kol
Read
+Librairie
Setitik Nila

Setitik Nila

Nila mengerjap lalu segera mengambil buku dengan cover berwarna ungu polos tersebut. “Iya!” Nena mengangguk. Memangku wajah dengan kedua tangan dan menatap Nila. “Pastikan selalu ada air mineral di mejanya dan kamu nggak diperkenankan pakai baju kerja bebas selain seragam kantor. Dia nggak suka.” “Serius?” Nila membaca catatan yang ada di buku dengan seksama.
1037.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.3K fois en tant que nano kol
Afficher les avis (25)
Read
+Librairie
Maria Adjah
sedikit menguras emosi... walau agak ringan dari novel² mbak kanita yg lain nya... tapi tetap alurnya selalu buat penasaran... selalu suka buku² yg d tulis mbak kanita... semangat terus mbak kanita menulis buku² yg lain... aq selalu menunggu karya karya mu yg terbaru mbak...
Meilia
baru kali ini q baca karya mba yg lagi on going, karena sebelumnya q baca yg UD end, tapi baru baca awal aja Uda nyandu pengen terus .. suka sama alurnya, gaya bahasa , tema ny juga menarik dn g bikin bosen... d tunggu typ hari update an nya mba, mg pak djiwa sama nila happy ending pokoknyaa harus.
Lire tous les avis
Dernier
12
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status