Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)
Rustina Zahraunsur intrinsik novel rumah kacacerita intip mama mandicerpen keseharian di rumahi usually wake up at artinya
Wahyu membawa jemari Nur ke bibirnya.
"Ummm Kakak, memuji pasti ada maunya" rungut Nur dengan nada manja.
"Pujianku halal, Nur. Mauku juga halal. Karena kamu halal bagiku"
"Ummm Kakak, Kakak seperti punya kebun tebu di mulut Kakak"
"Eeh apa maksudmu?"
"Ucapan Kakak selalu manis, nanti aku diabetes, Kakak"
"Manisku halal Nur, tanpa pewarna, tanpa pengawet, tanpa zat kimia. Tidak akan membuatmu kena diabetes" Wahyu mencubit kedua bekah bakpao coklatnya dengan gemas.
Beliebte Kapitel