UNACCEPTED
“Ya justru itu, karna gue wakil OSIS jadi gue bebas mau masuk ruangan ini kapan aja tanpa perlu repot – repot ketuk pintu atau apalah itu,”
“Terserah! Ngomong sama lo sama aja ngomong sama batu. Keras gak bisa dikasih tau,” Regar melipat tangannya di depan dada.
“Sewot amat, sih, kayak cewek PMS. Gue kesini, tuh, berniat baik, bukan mau berantem,”
“Niat baik apa? Mau pansos? Atau pencitraan?”
Lagi – lagi, Regar menuduh Nessa jelek seolah – olah di dalam diri Nessa tidak pernah ada hal baik satupun. Lebih baik ia pergi saja dari ruang OSIS daripada mood-nya rusak lagi.
Chapitres populaires