Ahli Waris
Esi Apresiaseberapa cantik akuayahku cantikpemandangan indah tubuh wanitakenapa aku cantik
“Kamu sebaiknya tidur saja sekarang! Besuk, antar Nenek jualan pecel lagi biar laris.”
“Iya, Nek. Tapi, aku mau mencari udara segar dulu. Aku mau menenangkan pikiranku.”
“Baiklah, terserah kamu. Hati-hati, kamu bisa diculik.”
“Aku sebesar ini kok bisa diculik, Nek.”
“Iya, ya. Kamu itu kok tinggi banget, makannya apa sih?” tanya Nenek sambil tersenyum.
“Nasi pecel, Nek.”
Beliebte Kapitel