Bukan Perawan Tua
"Tenang, Tan. Sebenarnya gue juga nggak pengen nikah muda begini. Tapi tawaran Papa mertua benar-benar menggiurkan. Kalau gue bersedia menyelamatkan elu dari julukan perawan tua, utang-utang nyokap gue lunas. Sayang, kan, kalau ditolak."
Ya, aku sudah tahu alasan itu. Papa dan Mama memberikan sebuah tawaran yang sama-sama menguntungkan untuk kedua belah pihak. Anaknya yang perawan tua ini dapat jodoh, sementara utang-utang Ibu bocah ingusan itu dianggap lunas. Tapi aku yang tersiksa di sini ....
"Dahlah. Gue ngantuk. Mau tidur duluan." Bocah itu berlalu ke sofa. Eh, dia ngalah ini ceritanya?
Bab Populer