KINASIH
Asih berjongkok, mencabuti rumput liar yang tumbuh di sekitar nisan itu, lalu menabur bunga yang dia petik dari pekarangan rumahnya sendiri.
"Pak, Bu. Maaf, Asih datang sendiri, tanpa Mas Aryo. Dia ... dia sibuk bekerja, jadi belum bisa kemari," bisik Asih dengan suara tercekat, setelah dia selesai merapalkan do'a. Wanita itu membersihkan tanah yang menempel di batu nisan dan kembali terisak saat tangannya menyentuh susunan huruf yang timbul di sana.
Capítulos em Alta