Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anara

Anara

Dan menjadi neraka yang panas membakar disaat siang. Nama gadis itu Anara, Anara Carwen Sarendra. Putri tunggal Brama Sarendra, salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia. Kekayaannya tak dapat di hitung, belum lagi aset dan yayasan-yayasan yang di kelolanya. Membuat seorang Brama dan keluarganya, menjadi incaran para pencari berita.
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
Love Nino

Love Nino

'' Loh ko cuman Oh? '' Terus Alya harus gimana Bunda?'' Bu Laras tersenyum, sambil sesekali menghela napas. '' Ya kamu ucapkan terima kasih dong. Kan Nino sudah mengantar kamu pulang.'' '' Nggak apa-apa Tante. Mungkin Alyanya masih kesal sama Nino.'' Bisa aja manusia rese, batin Alya. '' Terima kasih,'' ucap Alya sambil menunjukan senyum semanis mungkin.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Aura dingin yang mengelilinginya terasa semakin kuat, dan Mira tahu bahwa Laras bukan lagi wanita yang sama seperti yang pernah dia kenal. "Aku datang untuk memperingatkanmu, Mira," kata Laras dengan suara yang aneh, hampir datar. "Rumah itu... tidak akan pernah berhenti menuntut korban. Pengorbanan Arga bukanlah akhir." Mira merasakan napasnya tertahan. Meskipun dia telah menduga bahwa sesuatu yang lebih besar sedang mengancam, mendengar Laras mengatakannya membuat ketakutan itu terasa lebih nyata, lebih menakutkan.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
TAK TERDUGA, PRIA TULI ITU KAYA RAYA

TAK TERDUGA, PRIA TULI ITU KAYA RAYA

Laras menarik napanya dalam-dalam dan mengembuskannya dengan pelan. “Aku harus membereskan satu per satu sesuatu yang menghalangi jalanku. Aku tak akan membiarkan David berbaikan dengan Bintara apalagi Bintara sampai menerima kembali David dalam hidupnya. Jika itu terjadi, maka kesialan akan terjadi padaku. Lebih runyam lagi ketika Rusmini kembali pada mereka. UGH! Aku tak akan membiarkan itu terjadi, tidak akan!” Laras memandang ke arah luar di mana David memasuki mobil Viona. Suara ketukan pintu terdengar. Laras menoleh pada Sonny yang baru saja membuka pintu kamarnya. Senyuman manis terbit di bibir Laras.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Memberikan nomor rekening pada Hagan dan menatapi tak sabar pria yang juga tengah mengotak-atik ponsel di depannya. "Sudah." Hagan menaruh ponsel. "Sudah." Mata Liara berbinar melihat nominal di layar ponselnya. Perempuan itu segera menggerakkan jemari, mengirim pesan pada seseorang bahwa uangnya sudah bisa di ambil esok pagi. Melihat Liara tersenyum-senyum pada layar, Hagan mendekat dan menunduk ke sana untuk bisa mengintip.
9.534.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 696 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
Lara Cinta

Lara Cinta

ujarnya dramatis. Deril tertawa geli, dengan tingkah berlebihan Zeva itu. “Please, jangan buat gue ketawa.” “Ril, kita sama-sama dewasa, lo juga mungkin tahu gue suka sama lo, tapi tenang saja, gue juga nggak minat jadi pelarian orang gagal move on. Gue benar-benar Cuma butuh tameng dari nyokap gue aja, dan lo adalah pilihan yang paling tepat.”
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
Lara dan Jingga

Lara dan Jingga

Aku bumi dan kamu matahari, kita saling menatap, tapi tak bersatu. Aroma parfum Arga kian memenuhi indra penciuman Ralin, begitu menyeruak sampai membuat Ralin mabuk tak berkedip melihat Arga di sampingnya. "Ral, aku pinjam laptop kamu ya? Mau ngetik buat surat keterangan," kata Arga. Ralin seketika mengangguk mengiyakan dan menyodorkan laptopnya kepada Arga.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

"Halo semuanya! I'm coming," teriaknya keras mengejutkan kita semua. “Gua bawa hadiah untuk kalian semua loh," tambahnya. Ia mendekat menuju meja bar, dan menunjukkan plastik hitam besar berukuran 5 liter dengan wajah riang penuh gembira. Dibuka secara perlahan namun pasti dengan penuh keyakinan. Ia berujar, "Are you ready guys? Tiga, dua, satu, dan ..."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
I'm Sorry Laras

I'm Sorry Laras

Emas-emas yang melingkar di leher dan tangannya berkilauan di bawah cahaya lampu ruang tamu yang redup, menambah kesan angkuh pada penampilannya. Laras memandang Surti dengan mata penuh ketidakpercayaan, wajahnya yang pucat kini memerah karena campuran antara kesedihan dan kemarahan. “Bukankah utang-utang saya sudah lunas minggu lalu saat saya melunasinya?” ucap Laras, suaranya bergetar penuh kebingungan, tangannya masih mencoba menahan lengan Joko, pria bertato yang berusaha mengangkat TV kecil itu dari meja kayu tua.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

Larasati masih mengenali lelaki yang duduk satu meja dengannya, dia melambaikan tangan sekejap, lalu tumbang ke meja kembali. Sergio tersenyum tipis melihat Larasati yang mulai mabuk berat. Bisikan setan menggoda hatinya. "Lara, ayo aku antar pulang! Kamu sudah mabuk berat!" ujarnya. Sergio membantu Larasati berdiri, lalu memapahnya menuju bagian dalam bar. "Rangga, aku tidak mau pulang! Aku ingin disini!" racaunya. Sergio terkejut sesaat mendengar kata-kata Larasati. "Rangga ...! Oh iya, dia seorang TNI angkatan darat. Ada masalah apa dia?" gumamnya. Bartender yang tadi memperingatkan Larasati hanya menatap jengah terhadap lelaki yang berusaha merayu Larasati. "Salah siapa? Sudah diperingat
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai noe laras
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status