TERGODA IPAR
“Apa belalai itu sudah jadi ulet sekarang? Aku tidak sengaja.”
Firman memejamkan mata merasakan nyeri dan mulas menjadi satu pada asetnya.
“Pokonya kamu harus mengobatinya, dengan ....” Firma melirik ke perut bagian bawah Winda.
“Janga kurang ajar kamu ya, aku istri kakakmu, Kakak iparmu, masa kamu bernafsu sama Kakak iparmu sendiri?!”
“Sudahlah jangan banyak alasan, setelah anumu, tidak sakit lagi, segera keluar dari kamar ini. Aku tunggu di ruang tengah.”