GODAAN CANTIKNYA PELAKOR
Embun Manis
"Kamu mencintainya Mas?" Suamiku mengangguk ragu. Hatiku sakit, ia pasti tahu itu. ia memegangiku erat seolah ingin aku kuat untuk mengerti. ia terus memegangi tanganku erat tidak ingin aku pergi. Bangsat kamu, Mas! Kamu kira terbuat dari apa hatiku? Dari karet? Bisa kau kunyah lalu kau bentuk jadi bola kemudian kamu kunyah lagi? Enak saja!
“Bagaimana jika aku tidak menerima keputusanmu untuk membuka hati untuk wanita lain?” tanyaku pilu namun mungkin lelaki di depanku sudah terlanjur berambisi. “Aku ingin kamu tenang dulu, Sayangku. Dia tidak akan mengubah apapun tentang hidup kita terutama rasa cintaku padamu. Cuih, ingin muntah aku melihat bola matanya yang berkaca-kaca penuh harapan.
Bab Populer