Yuk, Nikah!
Kutatap Clara yang bermata sendu, lalu akhirnya dia memilih untuk menundukan kepalanya.
“Iya. Maaf kasih tahu dadakan begini. Beberapa hari kemarin kami melangsungkan acara lamaran di panti asuhan. Sebulan lagi kami akan melangsungkan akad. Jika berkenan, kamu datang, ya, Gam.”
Clara, gadis yang kupikir adalah masa depanku ini akhirnya mematahkan hatiku, bahkan sebelum benar-benar berdiri tegak.