SUAMI AROGAN KENA BATUNYA
Larasati berlari sekuat tenaga, di tengah keremangan cahaya bulan, menapaki jalan berbatu tanpa alas kaki, semak-semak belukar yang menaungi bahu jalan tidak lagi membuatnya merasa takut, udara dingin tidak lagi terasa menusuk kulitnya.
"Berhenti! Dia bukan penjahat, dia suamiku!" Larasati berteriak-teriak seiring langkahnya yang cepat, ia tidak dapat merasakan kalau nafasnya sudah begitu memburu, telapak kakinya sudah berdarah-darah tertusuk batu runcing.
Larasati begitu takut kalau sesuatu yang buruk benar-benar akan terjadi pada Mahendra.
الفصول الرائجة