Satu Atap
“Ada, Mas. Mau merek apa?”
Rakha ngucek tengkuknya sendiri, ngerasa canggung. “Apa aja deh… yang paling akurat.”
Kasir itu ambilkan satu kotak kecil, lalu naruh di meja kasir. Kotak mungil itu rasanya lebih berat dari apa pun. Rakha lempar pandang ke arah barang itu, lalu buru buru gesek kartu.
Selesai transaksi, kasir masih sempat senyum sopan. “Semoga bermanfaat, Mas.”
Chapitres populaires