Suami Adikku, Ayah Anakku
Sindasetelah cerai, tiga cecan mengejarku
Pria itu melirik ke celah di antara kaki.
Wajahku memerah, dengan bersungut-sungut aku menerangkan, "Aku belum akan melahirkan, tolol. Aku cuma kram."
"Iya?" tanyanya dengan tatapan sangsi.
Tubuhku yang sedang berusaha beradaptasi dengan rasa sakit dari perut, masih harus meremang karena tatapan tajam Gatan yang enggak mau berpindah dari titik itu.
"Iya!" Aku memekik kesal. "Matamu enggak usah ngelihatin selangkanganku lagi, an**ng!"