Digilai Psikopat
kata Meydisha, “aku harus menemukan identitas mereka. Kartu keluarga, mungkin?”
Lima sampai sepuluh berkas diraup Meydisha. Dia menyortir, memeriksa bagian atas berkas—di mana biasanya tertera info. Lebih banyak surat-surat kedaluwarsa dari peMeydishatah yang membahas pulau. Surat pemindahan pulau, pemeliharaan pulau, blablabla ... Racau Meydisha dalam hati. Terkadang bibirnya tak sengaja komat-kamit, membaca tanpa suara. Kemudian menumpukkannya lagi dalam satu baris dokumen tak berguna.
Tumpukan kedua. Meydisha menukar tumpukan itu dengan yang pertama. Dia lantas membuka map teratas, warna kuning mencolok dan cukup tebal.
Bab Populer