Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku
Hanya karena aku membuka jendela untuk mengangin-anginkan ruangan, sahabat masa kecil suamiku terserang flu.
Dalam murka yang memuncak, suamiku langsung memerintahkan orang-orangnya untuk mengikat dan membawaku yang sedang hamil ke dalam gudang es.
"Jangan pikir kamu bisa seenaknya membuli Aruni hanya karena kamu mengandung anakku."
"Kalau satu helai rambutnya pun terluka, aku akan membalasnya seratus kali lipat padamu!"
Tubuhku menggigil hebat. Sambil menangis, aku berlutut di hadapannya, memohon maaf, dan berjanji akan setia melayani sahabat masa kecilnya itu sebagai tebusan, tidak akan membiarkan wanita itu terluka sedikit pun.
Namun dengan dingin, ia memerintahkan pintu gudang es itu dit
الفصول الرائجة