Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

Yi Pin menangkap golok kedua yang tidak menemui sasaran, kini kedua tangannya sudah menggenggam sepasang golok, matanya menatap Thian sin tajam. Walau tebasannya berhasil melukai bahu lawan, sebenarnya Yi Pin kecewa, karena menurut perkiraannya bahu Thian sin seharusnya putus, tetapi bahu lawan hanya robek. Darah keluar dari bahu, menetes dan membasahi lantai ruangan. Raut wajah Thian Sin berubah kelam sambil menahan rasa sakit akibat bahunya robek terkena serangan golok.
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Pengin tak hiiii. Eh, mataku tak sengaja memandang sebuah pin sebesar mulut gelas di atas bahu mereka. Lamat-lamat ku perhatikan tulisan di pin tersebut. 'Anti Pelakor'. Widih! "Keren pin nya, Bu ibu. Anti pelakor tulisannya. Sejak kapan?" tanyaku dengan menunjuk pin yang berada di bahu mereka.
9.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Gelora Mafia, Cinta di Bayang-Bayang Peluru

Gelora Mafia, Cinta di Bayang-Bayang Peluru

Cermin besar di ruang ganti tersebut bukan hanya sekedar kaca, Bagi Bianca itu adalah alat pengadilan yang terlihat di pantulan kaca tersebut bukanlah seorang wanita cantik dengan gaun yang Bianca kenakan, yang Bianca lihat adalah seorang eksekutor. Bianca menyentuh lehernya, memastikan kalung berlian yang dia kenakan telah menutupi luka kecil yang ada di lehernya. namun dibalik keanggunan itu, akan terselip sebuah holster (sarung senjata) yang khusus dibuat rapi yang nantinya akan di gunakan di paha kanannya, Bianca sudah biasa menahan beban sebuah pistol kaliber kecil yang di modifikasi agar tidak terdeteksi oleh pemindai logam. Bianca yang sudah merasa pas dan puas dengan baju yang telah
227 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Penglihatan mereka tiba-tiba menjadi kabur, dan bilah angin yang mematikan sudah tiba tepat di depan leher mereka. SRAAK! Dengan suara robek daging dan tulang yang mengerikan, leher orang tersebut terputus dengan bersih seperti dipotong guillotine. Darah segar menyembur tinggi hingga beberapa meter ke udara seperti air mancur merah yang menakutkan, dan kepala yang terpenggal berguling jatuh ke lantai dengan bunyi yang membuat bulu kuduk merinding. "Apa?! Bukankah itu Leo Law, master terkenal dari aliran Lion Fist yang dihormati?!" Farren Ward yang melihat identitas korban langsung marah besar.
9.672.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

sahut sang petapa diikuti tawa keras. Sengaja Ki Sajiwa keraskan suara, agar ucapannya dapat didengar oleh dua lelaki berbulu hitam lagi lebat di depan sana. Tujuan petapa dari Teluk Lawa itu berhasil. Sebab kemudian dua lelaki berbulu lebat, yang tak lain adalah Wirakapi dan Jayakapi berjuluk Sepasang Kera Pencabut Nyawa, perdengarkan dengusan kasar.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Sistem Cha-boel 69:  Pemuas Wanita Cantik

Sistem Cha-boel 69: Pemuas Wanita Cantik

teriak penjaga ketiga yang mencoba mencabut senjata dari pinggangnya. Sebelum pelatuk sempat ditarik, Rian sudah menerjang maju, menyeruduk perut lawan dengan kepalanya, lalu mencengkeram pergelangan tangan lawan, memutarnya hingga terdengar jeritan kesakitan, diakhiri dengan membanting tubuh besar itu ke lantai marmer yang keras hingga pingsan seketika. Sembari kepalan tangannya terus menumbangkan penjaga terakhir, Rian memanggil sistem di dalam untuk bekerja membantunya.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

"Omong kosong!" Si pendek kekar melepaskan ajian Banteng Wulung. Gerakannya menyeruduk bagai banteng. Yang paling berbahaya adalah tinjunya yang mampu menghancurkan batu sebesar kerbau dalam sekali pukul. Dulu ajian ini sempat hendak digunakan oleh lawan Kameswara ketika di Talaga Sangiang, tapi tidak jadi karena lawannya lebih memilih ajian Karang Samudra yang merupakan ajian yang digunakan secara berkelompok.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Para Penjaga Perbatasan

Para Penjaga Perbatasan

anak itu berteriak-teriak dengan semangat. “Hei, jangan mengganggu Tuan Arekh.” Arekh menggelengkan kepalanya, “Ah tidak apa-apa kok. Saya tidak keberatan menjawabnya.” Arekh menoleh ke anak kecil itu saat menjawab, “Senjata ini namanya halberd. Keren kan? Senjata ini memang gabungan antara tombak dan kapak, karena itu senjata ini sangat berguna baik untuk menusuk ataupun untuk menebas lawan.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Pawang Buaya Baperan

Pawang Buaya Baperan

Dia sungguh tidak nyaman dengan tampilan Levin yang brewokan, apa lagi kumisnya begitu tebal. Sementara itu, Levin dan Paman Li saling pandang. Seolah tengah terjadi kontak batin di antara mereka untuk sekian detik lamanya. Hingga kemudian, entah bagaimana bisa tiba-tiba saja Levin menganggukkan kepala. “Baiklah. Aku akan mencukur brewokku, tapi setelah dua bulan dari dimulainya masa perjanjian.” “Tidak mau. Sudah harus dicukur sejak perjanjian berlangsung.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai penangkal bahu laweyan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status