Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Maaf, Aku Memilih Mundur

Maaf, Aku Memilih Mundur

Ia tahu betul jika kondisi mereka kini sangat sulit, dan bukan hanya Lisa dan Lilis saja yang merasakan hal tersebut, tapi ia pun turut merasakannya. Dirinya pun mulai merasa lelah, setelah dua bulan terakhir harus mengurus rumah, anak, istri dan ibu mertuanya sekaligus. Namun setelah itu semua, semakin hari, Handoko justru semakin merasa jika ibu mertuanya itu mulai keterlaluan dan tak tahu diri. Hingga membuat dirinya merasa tidak lagi ada harganya sebagai kepala rumah tangga. “Aku di sini untuk siapa? Untuk kita!” Dengan mata menyala-nyala, Handoko menjawab ucapan sang mertua. “Apa kau pikir aku sedang bersantai, huh?”
1027.6K viewsCompletedAdded to Library 967 Times as pengabdi mertua
Read
+Library
DIAM DISANGKA BABU, BERGERAK JADI RATU

DIAM DISANGKA BABU, BERGERAK JADI RATU

lanjutku lagi berusaha menyembunyikan kesedihan. "Ana, sejak awal ibu sudah mengingatkan kamu untuk selalu patuh pada suami dan mertuamu. Mertua adalah orang tua kamu. Jadi, apa pun yang ibu perintahkan itu harus dituruti, kalau tidak, sama saja dengan durhaka. Kamu itu anak panti, artinya tidak punya orang tua atau keluarga lagi. Jadi, sebagai gantinya, kamu harus menganggap ibu ini ibu kandung kamu. Menurut kalau disuruh!"
1032.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pengabdi mertua
Read
+Library
Dosenku Istriku

Dosenku Istriku

Mamaku tiba-tiba muncul di depan pintu kamar tamu yang kebetulan tak kututup. "Ya kan anak Ibu yang harus tanggung jawab terhadap anak saya dan juga bayi yang dikandungnya." Ibu mertua kembali menyahuti. Sungguh membuatku bertambah pusing. "Anak saya kan sudah tanggung jawab, dia kerja banting tulang nafkahi kalian. sekarang juga kalian tinggal di rumah saya. Perlu diingat, yang wajib dinafkahi oleh anak saya itu cuma istri dan anaknya, bukan mertuanya. Anda paham kan?" sindir mamaku.
108.3K viewsOngoingAdded to Library 324 Times as pengabdi mertua
Read
+Library
Tergusur Dari Rumah Mertua

Tergusur Dari Rumah Mertua

Tapi karena cintanya pada suami, setelah menikah dia rela ikut mertua dan dia juga tidak pernah protes ketika Famhi hanya bisa memberinya uang seratus ribu saja perbulan. “Kita tinggal gratis di rumah Mama. Uang ini cukup kok untuk makan kita bertiga,” katanya kala itu yang membuat Bu Nur berkaca-kaca mendengar kedewasaan menantunya itu. Seiring berjalannya waktu, sampai dia hamil dan lahirlah Fattan, Fadlan, dia bisa mengatur pendapatan suami yang hanya membawa pulang uang dua ratus ribu saja perbulan. “Mama kenapa?” tanya Tiara bingung karena mertuanya itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as pengabdi mertua
Read
+Library
Dijual Ibu Mertua Karena Mandul

Dijual Ibu Mertua Karena Mandul

"Aku... aku nggak kuat lagi, Pak, Bu... Selama ini aku... aku menderita... Aku nggak tahu harus ngomong ke siapa... Aku takut..." Ibunya mengusap punggung Lula dengan lembut, mencoba menenangkan anaknya. "Tenang, Nak. Ceritakan semuanya. Kami ada di sini untukmu." Lula terisak, lalu mulai menceritakan semuanya. Tentang bagaimana Edna—ibu mertuanya—selalu memperlakukannya dengan kejam. Tentang bagaimana ia sering dihina, direndahkan, bahkan dijual kepada pria hidung belang. Edna tidak pernah menganggap Lula sebagai menantunya, melainkan sebagai seseorang yang tidak layak berada di rumah mereka.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as pengabdi mertua
Read
+Library
Mertua, Awal Pembawa Petaka

Mertua, Awal Pembawa Petaka

Aku mengulum senyum melihat wajah ibu mertua sudah seperti kepiting rebus, pagi ini aku sudah sukses membuat ubun-ubunnya mengepulkan asap. "Kamu juga, kenapa pake sok-sokan pake dua pembokat?! Kaya banyak duit aja, harusnya sebagai istri kamu harus bisa urus rumah sendiri. Istri macam apa kerjanya cuman ongkang-ongkang kaki doang!" ibu mertua berujar dengan bersungut-sungut.
1063.8K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as pengabdi mertua
Read
+Library
Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Yana menatapnya dengan tatapan licik. Mirna menengadah, menatap wajah mertuanya. Ia mengusap pipinya yang basah kuyup lalu berdiri. Sejujurnya, ia tidak mengerti tentang apa yang dikatakan mertuanya. Meskipun mencoba untuk berpikir keras, tapi ia belum bisa menebaknya. “Imbalan seperti apa yang Ibu inginkan?” Mirna menatapnya tajam.
1032.7K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pengabdi mertua
Read
+Library
Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

papar Hayati sok mengetahui soal hukum agama. Padahal dia sendiri tidak mau mengamalkan apa yang sudah diajarkan oleh agama. Buktinya, dia memperlakukan menantunya dengan tidak baik, padahal sebenarnya bukan cuma menantu yang disuruh berbuat baik terhadap mertua, tetapi mertua pun harus berbuat baik terhadap menantu, memperlakukannya seperti anak sendiri, bukan sebagai pembantu gratisan, atas nama pengabdian terhadap suami dan mertua.
7.880.2K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as pengabdi mertua
Read
+Library
Kicauan Burung Mengungkap Perselingkuhan Suamiku

Kicauan Burung Mengungkap Perselingkuhan Suamiku

Aku tertawa lagi mengingat, bahwa ibu mertua menegaskan kepada Mas Fahri agar membuat dirinya berguna, meski dengan melakukan tugas rumah tangga dan cuci piring. Jelas saya, perlakuan ibu mertua bukan tanpa alasan, dia kecewa pada anaknya yang telah mempermalukan keluarga dan menghadirkan wanita yang tidak diinginkan olehnya. "Luar biasa, mereka terjebak sekarang. Aku yakin butuh waktu lama untuk mengumpulkan uang sampai bisa mengontrak tempat yang baru. Ditambah sekarang, biaya kontrak rumah sangat mahal, sedangkan Mas Fahri masih pengangguran. Aku yakin mereka setidaknya harus menghabiskan setahun dalam pengawasan ibu mertua yang kejam."
6.832.4K viewsCompletedAdded to Library 972 Times as pengabdi mertua
Read
+Library
Aku Dimanfaatkan Mertua dan Suamiku

Aku Dimanfaatkan Mertua dan Suamiku

Padahal sudah dari lama aku memintanya menyewa pembantu, membayar dengan uang bulanan pembelianku, tapi ibu mertua lebih senang Nita. “Heleh ... tahu kan kalau dia menantu, anakku juga? Boleh dong dia kerjain pekerjaan rumah. Terus siapa lagi yang kerjain kalau bukan dia?” Ibu mertua terus mencibirku dengan keras, tidak membiarkanku menang meski hanya satu kalimat.
9.5174.6K viewsCompletedAdded to Library 6.5K Times as pengabdi mertua
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status