Menuju Matahari
Apalagi karena mereka nampak acuh dan santai saja meski rapat terkepung—menandakan betapa mereka sangat percaya diri.
“Baiklah, namaku bukan Sawung, melainkan Suwung Saketi,” kata pria jangkung itu. “Suwung Saketi sekaligus nama dari pukulan pamungkas yang sudah berhasil kusempurnakan, beberapa bulan lalu. Dan yang di sebelahku ini bukan Ceki si tukang cuci kuda, melainkan adik angkatku. Namanya Remak. Kami berasal dari sebuah desa kecil jauh di utara. Namanya Margalayu. Dan kami dari Margalayu menagih sesuatu darimu, Ki Gede Nipir!”
“Menagih sesuatu? Apa maksudmu?”