Suamiku Kuli Terhormat
Terlihat adiknya dengan tangan berlipat di dada dan tatapan penuh ejek.
“Penyakit mental,” umpat Gea sambil berjalan tanpa berniat menyingkir. Sinta memegang bahunya yang sakit karena Gea. Hati Sinta yang penuh penyakit semakin merajalela, membakar emosinya.
“Mbak, ambilkan yang sama untukku.”
“Maaf, Mbak. Itu cuma satu-satunya dan baru saja kami keluarkan. Jika Mbak mau, kami akan mengeluarkan produk tema yang sama, hanya saja mungkin polanya berbeda berbeda.”