Kesayangan Janda Dan Gadis Desa
Widya menurunkan kacamatanya sedikit, melirik Ayu dengan pandangan sinis, lalu tatapan itu beralih ke Sena.
"Sena, kebetulan sekali kita bertemu di sini," ucap Widya, suaranya sengaja ditekan agar terdengar manja namun. "Masuklah ke mobil. Aku ada urusan penting tentang pasokan bahan makanan di warung, dan saat ini aku butuh pijatan penyegaran di pundak.”
Ayu yang mendengar ucapan yang begitu intim dari sang janda kaya raya langsung menundukkan kepala. Dia merasa minder dengan kasta sosialnya yang hanya gadis desa biasa.