Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Maaf, Kurebut Istrimu!

Maaf, Kurebut Istrimu!

Hingga akhirnya mobil mereka memasuki sebuah kawasan yang lebih tenang dan berhenti di depan rumah milik Pak Beni. Rumah itu tidak terlalu besar, namun terlihat begitu asri dan nyaman. Halamannya dipenuhi berbagai tanaman hijau dan bunga-bunga yang tertata rapi, membuat suasana rumah terasa hangat dan hidup. Aluna tidak langsung turun saat mobil itu benar-benar berhenti. Matanya menatap nanar ke arah rumah masa kecilnya itu. Dan secara tiba-tiba, Aluna merasakan rindu dengan ibunya yang sudah lebih dulu berpulang.
10870 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta

Awalnya Terpaksa, Akhirnya Jatuh Cinta

Di luar, Victor Halim mengirim satu pesan singkat ke ponsel burner: “Tahap dua dimulai.” Dan jauh dari mereka berdua… Aluna berdiri di depan cermin kamarnya, mencoba menenangkan diri, tanpa tahu bahwa bayangan yang mengikutinya kini bukan lagi Daniel, melainkan sesuatu yang jauh lebih dingin, rapi, dan mematikan. Aluna mulai menerima email resmi. Logo perusahaan rapi, bahasa formal. Tidak ada ancaman. Program magang eksklusif untuk mahasiswa berprestasi, bekerja sama dengan beberapa kampus ternama. Lokasinya di luar kota, dekat kawasan industri pesisir utara.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Terlarang Tuan Presdir

Pemuas Hasrat Terlarang Tuan Presdir

Senyum manis dan wajah polos saat tidur, Revon ingin memiliki semua itu hanya untuk dirinya sendiri, selamanya. "Aku tidak bisa," ucap Aluna lirih. Dia menarik tangannya dari genggaman Revon, kemudian turun dari mobil. Pergi tanpa pamit dan masuk ke dalam rumah. Pergi ke kamar tidurnya dan membuka tirai, dia mengintip keluar jendela, melihat apakah Revon sudah pulang atau belum. Sebuah pesan masuk membuat ponselnya bergetar di genggaman tangannya.
884 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
Gadis Bisu Kesayangan Majikan Hyper

Gadis Bisu Kesayangan Majikan Hyper

Aluna segera menganggukkan kepalanya pelan, lalu mengikuti langkah Bi Ina keluar dari kamar pelayan. Mereka berjalan menyusuri lorong panjang di dalam rumah itu. Sepanjang perjalanan, Aluna sesekali menoleh ke kanan dan kiri, memperhatikan setiap sudut rumah yang terlihat sangat luas dan mewah. "Rumah ini cukup besar," kata Bi Ina sambil berjalan santai. "Jadi kamu harus mengingat letaknya dengan baik." Aluna mengangguk pelan tanda mengerti.
10590 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA, TUAN MUDA ALLEN

KEMBALINYA, TUAN MUDA ALLEN

Mobil yang dikendarai oleh Allen dan Alessia perlahan memasuki sebuah perumahan yang tampak masih baru. Beberapa unit yang mereka lewati terlihat masih kosong dan belum berpenghuni. Tidak lama kemudian mereka berhenti di depan sebuah rumah dua lantai dengan nuansa warna putih. "Ini kita di mana, Pa?" tanya Allen memperhatikan sekelilingnya. "Yang ini rumah Allen, yang ini rumah Alessia." sahut Ronald sembari menunjuk dua rumah di hadapan mereka yang letaknya persis bersebelahan.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
Kesandung Cinta Tuan Mafia

Kesandung Cinta Tuan Mafia

Dan ternyata harapan nya terkabul, Aluna tidak menemukan lelaki itu di ruang kerja Pak Arga. Setelah urusan kampusnya selesai, kali ini Aluna melakukan motor miliknya menuju sebuah perumahan elit di pinggiran kota. Meskipun tak sebesar mansion milik Tuan Kenzo, namun rumah yang Aluna datangi kini juga sangat besar.
10281 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
2.59

2.59

beonya pelan. Wanita yang biasa di panggil tante Nita oleh Aluna dan Alena ini memang sengaja membeli sebuah rumah untuk hadiah ulang tahun kedua keponakannya yang ke-25. Rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil untuk ditinggalin. Rumah minimalis modern dengan halaman yang luas dan nampak sebuah taman yang sudah di tanami bermacam-macam bunga, mengingat Aluna dan Alena sangat menyukai tanaman.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
Aku Mau Kamu di Kamarku

Aku Mau Kamu di Kamarku

Kepala Aluna mengangguk cepat, setidaknya ada kesibukan yang akan dia lakukan, tidak menekuk seperti burung dalam sangkar. *** Bugh. Mendudukkan diri pada salah satu kursi panjang di pinggir jalan, Aluna menatap keramaian jalan tempatnya sekarang. “Universitas kedua, coret!” Wajah cemberut malas tercetak jelas pada mimik Aluna setelah keluar dari gerbang universitas kedua yang dia survei. Menatap selembar kertas yang berisi nama-nama universitas saran dari Alisia, sudah dua Aluna datangi tapi belum ada ketertarikan.
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 643 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
Istri Bayaran Sang Pewaris

Istri Bayaran Sang Pewaris

Aluna memeluk Febia dan Kaela bergantian setelah meraih tasnya. "Titip salam buat suamimu!" seru Kaela usil. Aluna hanya menggeleng sambil tertawa kecil, keluar dari kafe setelah melambai pada teman-temannya sekali lagi. Mobil pun melaju meninggalkan kafe, membawa Aluna kembali ke kediaman Mahendra, tempat yang perlahan mulai ia sebut sebagai rumah keduanya. Tapi saat Aluna sampai di rumah, wanita itu masih tidak menemukan keberadaan Erlangga.
10754 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
TAKDIR CINTA NESSA

TAKDIR CINTA NESSA

bisik Alinka, pelan di telinga Nessa. “Iya, Ma,” balasnya dengan suara pelan, sedikit terkejut karena ternyata kegelisahannya sejak tadi terbaca jelas oleh sang ibu. Perumahan itu terasa sangat berbeda dari perumahan yang biasa ia lihat di Bogor. Tidak ada ruko atau warung makan di dekat gerbang seperti kebanyakan kompleks lain. Jalanan di dalam perumahan pun luas dan sunyi. Setelah sekitar lima ratus meter dari gerbang masuk, barulah terlihat fasilitas umum seperti gedung olahraga modern, taman bermain anak, dan sebuah danau buatan. Di sekelilingnya, hamparan rumput hijau mengelilingi sepertinya cocok untuk lapangan piknik keluarga. Tempat itu terlihat lebih seperti resort dibanding perumah
814 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai perumahan pesona aluna 2
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status