Karena Marta tidak akan merasa rugi menyerahkannya kepada Leo sebagai pengganti bayar hutang atas pendidikannya yang sekarang mengantarnya ke profesi Dokter.
Leo menghentakkan pinggulnya semakin cepat seraya deru nafas yang mengikuti terdengar keluar dari mulut Leo serta keringat disekujur tubuhnya. Semakin gerakan nya cepat rasa nikmat semakin menghampirinya.
“Bang aku ingin pipis” kata Marta tiba-tiba membuat Leo tersenyum sebab dia tau Marta sudah akan keluar
Dan Leo semakin kencang mengayun gerakannya dan setelah dia rasa Marta sudah di puncaknya dan Marta puas. Leo kemudian mencapai ke puasannya
protesnya.
Sev tersenyum remeh. “Gue enggak peduli! Lo harus sampai sebelum gue selesai syuting. Kalau semua gagal, lo gue pecat!” ketusnya seraya bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Trisha yang tengah menahan amarahnya.
“Hobi banget siksa orang!”
***
jelasku
"Yakin Hanya itu, kok aku enggak percaya ya. Rajin amat tuh mentor sampe chat kamu dan ngabarin dia udah sampai rumah?"
"Terserah deh kalian mau percaya atau nggk"
"Iya deh percaya. Tapi baik banget ya punya mentor bertanggung jawab kayak gitu. Jadi ingin ikut bisnis juga deh" ucap Intan yang dapat cubitan dari Sera
"Sebahagia kamu deh Tan"
Drtttt
Diusiaku yang cukup dewasa, apakah aku mampu membuka hati untuk orang lain, sedangkan orang yang aku nanti-nantikan sudah pergi dengan janjinya sendiri.
Tes ombak dulu..
semoga suka.
Yoyakarta, 25 Juli 2021