Dua Tuan Tampan
bluaeyagambar putus asa dan kecewasedikit cemas banyak rindunyaimpiankucerpen kotak impian
Pintu kayu pondok itu sedikit terbuka, seolah mengundang mereka masuk.
Saat mereka melangkah masuk, aroma tanah basah, lumut, dan cat minyak yang samar menyapa indra mereka. Di dinding pondok, terpampang berbagai macam lukisan dan sketsa. Semuanya adalah karya Arya dan Bima, dari masa kecil mereka hingga remaja. Ada lukisan-lukisan abstrak penuh warna, sketsa-sketsa wajah, dan bahkan beberapa gambar mimpi-mimpi mereka: taman bermain terbesar di dunia, dan sebuah galeri seni yang indah.
Raina menatap lukisan-lukisan itu, hatinya dipenuhi perasaan haru. Ia melihat bagaimana Arya dan Bima, meskipun dengan cara yang berbeda, sama-sama memiliki jiwa seni yang kuat.
Beliebte Kapitel