Dua Tuan Tampan
"Seni itu adalah dialog. Dialog antara seniman dengan kanvasnya, dan kemudian, antara karya itu dengan penikmatnya. Setiap guratan, setiap warna, punya cerita."
Raina merasa tersentuh oleh kata-kata itu. Itu persis seperti yang ia rasakan. Baginya, menggambar bukan sekadar hobi, itu adalah cara ia berbicara tanpa suara, cara ia mengekspresikan jiwanya yang terkadang terlalu penuh. Ia merasakan koneksi yang aneh, seolah Bima mampu membaca isi hatinya.
"Permisi," ujar Raina pelan, saat ia lewat di belakang Bima, membawa nampan berisi gelas-gelas kosong. Ia menunduk, berusaha tidak membuat kontak mata.
Hot Chapters