Rasa
Tapi sayangnya, yang berani berbicara untuk meminta maaf hanya Ataya, selebihnya tak peduli dan justru malah pergi menghilang.
“Heh, udah bagus tadi itu. Eh iya, Ataya suka gaya public speaking kamu Kyr. Kyra jago ih, gak gugup gitu. Biasa ngomong di depan umum ya?”
“Maa Sya Allah, jangan lupa ih. Tar jadi ain,”
“Eh iya, astaghfirullah. Maa Sya Allah, Kyra.”
Bab Populer