Selubung Memori
Baru kusadari meja tersebar di segala penjuru seolah tempat ini dibuat khusus oleh pecinta pengetahuan.
Kupikirkan sulit menemukan Reila di tempat seperti ini, jadi kuputuskan ke lantai dua. Lantai dua rasanya seperti ruang istirahat—atau makan. Rak masih ada di sisi dinding, tetapi di dekat beranda yang membuatmu mampu melihat ke bawah, ada meja kursi panjang layaknya bangku taman. Kubayangkan meja kursi ini seperti tempat pertemuan di perpustakaan, tempatmu berdiskusi—atau apalah—tetapi saat tidak banyak penghuni yang tampaknya menyukai buku, meja kursi ini pasti selalu kosong, kecuali bangku meja kursi gelap di ujung ruangan. Reila duduk di sana, memangku kepala, melamun menatap ujung per
Hot Chapters