Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Red in Us

Red in Us

ujar Rabu. “Kenapa? Karena kita sebenarnya sejak dulu tak sepenuhnya kuning? Because there is Red ini Us?” tanya Katha sembari menatap tepat pada mata Rabu. Sudut-sudut bibir Rabu terangkat membentuk senyum yang begitu cerah. Dia kembali menggenggam tangan Katha erat. “Iya,” jawabnya. “Karena ada merah dalam persahabatan kita. Sejak lama.”
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai red flavor
Baca
+Pustaka
Blue Flame

Blue Flame

Rohana kembali bekerja, menyiram satu per satu tanaman dengan hati-hati. Saat akhirnya sampai di mawar hitam itu, ia mendekat untuk melihat lebih jelas. Warnanya begitu pekat seolah menyerap cahaya di sekitarnya. Indah, namun membawa aura ganjil, nyaris mengancam. Lalu ia melihat sesuatu. Noda merah gelap menempel di kelopak bagian dalam. Detak jantungnya berdetak lebih cepat. Ia menunduk lebih dekat, memastikan.
649 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai red flavor
Baca
+Pustaka
Pembantu Kesayangan Tuan Muda

Pembantu Kesayangan Tuan Muda

“Silakan, Pak." William menerima dan meneguknya sampai habis, lalu meletakkan gelas kosongnya di meja sambil menoleh pada Jelita. “The power of colour. Merah itu warna yang menarik dan emotif. Sebenarnya paling baik untuk restoran. Untuk orang yang sedang tegang, mungkin bisa dianggap menganggu tapi akan menyenangkan bagi orang yang kondisinya tenang. Warna merah memacu kelenjar dibawah otak dan kelenjar adrenal serta melepaskan adrenalin. Bisa meningkatkan tekanan darah dan pernapasan, serta merangsang selera makan dan indera penciuman,” ocehnya panjang lebar dan membuat kening Jelita berkerut-kerut mencernanya. 'Dih, ribet. Tinggal bilang aja untuk merangsang selera makan.' Jelita membatin
1099.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai red flavor
Baca
+Pustaka
PENARI ITU WANITAKU

PENARI ITU WANITAKU

Tapi dia cukup kagum karena ada yang mau dekat dengannya dengan penampilannya yang seperti ini. Flora lalu mulai memakan makanan yang dia pesan. Makanan pedas yang sengaja dia pesan. Saat ditengah tengah makan itu, flora merasa benar benar kepedasan seperti yang dia rencanakan. Flora sengaja juga tidak mengambil minum membuatnya dia benar benar natural dalam rencananya. "Wuhh...wuhhh." ringis flora benar benar merasa kepedasan. wajahnya dan telinganya bahkan benar benar merah dengan kedua tangan yang mengipas lidahnya.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai red flavor
Baca
+Pustaka
RED CROWN

RED CROWN

“Asin!” “Haha tentu saja. Garam ini akan kubuat menjadi air,” jelas Cantaka, menatap dengan penuh optimis kepada Han yang masih merem melet karena rasa asin yang ia rasakan. “A-Air? Bagaimana? Apa kamu akan merebusnya?” “Merebusnya? Haha kamu pikir ini teh hangat yang kamu sajikan tadi,” celetuk Cantaka. Cantaka memandang rempah-rempah yang semakin banyak mengisi ruang gudang yang kosong. Ia meminta kepada pria petugas gudang untuk memisahkan sekitar 10 jasi untuknya.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai red flavor
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Liar Kembaran Suamiku

Pemuas Hasrat Liar Kembaran Suamiku

"Lho, kenapa?" "Gak tahu, awalnya dia bilang enak kok. Tapi lama-kelamaan kok wajahnya pucat, ternyata rasanya kayak air laut, asin banget. Tapi di lidah aku, itu tuh pas dan enak. Bisa gitu yaa?" Flora terkekeh sendiri. "Haha, kok bisa?"
9.7492.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.3K kali sebagai red flavor
Baca
+Pustaka
TERJERAT CINTA HOT MOMMY

TERJERAT CINTA HOT MOMMY

Kini, empat pasangan tak halal itu tengah menikmati dinginnya udara malam yang menusuk tulang sambil menyesap segelas red wine di genggaman. Jujur, baru kali ini Belinda mencicipi cairan berwarna merah itu. Tenggorokannya terasa memanas kala cairan tersebut mengalir membasahi rongga mulut. Sesekali Belinda meringis menahan sisa-sisa pahit di lidahnya. Sudut bibir sebelah kiri tante Rika tertarik ke samping, memandang setiap tingkah Belinda.
10133.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai red flavor
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Khasfi Maulana Ahsan
Mau komen takut digigit... Hihi... Tapi keren, untuk pembuka peran sama karakter masing masing tokoh enak dimengerti. Nggak banyak Basa basi juga dalam pengenalan tokoh... Semangat Thor, udah aku masukin rak ya, mau buat referensi juga... Hihi, lancar terus Thor....
Na_Vya
Hola! Author ada cerita baru nih, genk's! Tapi baru bisa dibaca di web ya, hihii... Soalnya lagi pengajuan kontrak. Doain, semoga lulus dan cepet publish. Kalo kalian mau baca silakan cari Judulnya. Simpanan Tunangan Tuan Presdir, ya say ... mamacih......
Baca Semua Ulasan
Red Clock

Red Clock

Meihat pria tampan mengayunkan tangannya di udara tipis dan menjathkan orang itu hingga babak belur, orang-orang tadi tidak berani mentap pria tampan itu. “Singkirkan mereka semua, jangan sampai aku melihat mereka lagi.” Iris mata merahnya menyala, sebuah emosi kejam haus akan darah menakuti orang-orang disekitarnya, dan teriakan-teriakan momohon ampunan mengoyak telinga siapapun yang mendengarnya. Tetapi pria tampan itu hanya tersenyum kotor menikmati itu semua. Tangannya menyelinap menyentuh cicin yang ada di jari manisnya. Perlahan senyuman kejam tergantikan dengan kelembutan, mata merah itu memudar dan menampilkan mata indah seperti lautan.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai red flavor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status