DENDAM
Rias Ardaniceo cantik milik si satpambapak satpamlembur malam di kantor
"Aku perduli, kamu berhak bahagia. Berhentilah dari semua ini, kamu masih muda! Jangan hancurkan masa depan kamu, hanya untuk balas dendam."
Aku menghela napas, kemudian menarik kasar tanganku yang sedari tadi mencengkram lehernya.
"Kamu lihat Mamah, ia begitu bahagia, hanya dengan melihat kamu, dan sangat menyayangi kamu. Tapi apa? Balasan kamu begitu kejam menyakitinya."
Alia terdiam, air matanya meluruh, aku yang semula berniat jahat. Berbalik malah kasihan, aku pun akhirnya meninggalkan Alia di gudang.