Renjana
Tanya Dito untuk yang kesekian kalinya, dan ku jawab juga dengan gelengan kepala yang kesekian kalinya.
Aku melepaskan peganganku, bermaksud untuk duduk di kursi penonton yang ada di lapangan, tak jauh dari tempatku berdiri. Begitu ku lepaskan tanganku dari sandaran kursi, aku oleng, Adit memegang tanganku, menahan tubuhku agar tidak ambruk, mataku sudah sedikit terlelap, tetapi ku dapatkan kesadaranku kembali kala Adit menyentuhku. Memori pahit itu kembali berputar di ingatanku, buru-buru ku lepaskan tanganku dari genggaman Adit, dengan terseok-seok mencoba menjaga keseimbangan dan mempertahankan kesadaran, aku berjalan menuju kursi terdekat, kemudian aku terduduk lemas di kursi itu. Aku du
Chapitres populaires