REINKARNASI
Alya Snitzkypuisi anggiacerita wanita penggodacerita glen anggaracerita pembantu penggoda
Sehingga simbol ‘siang’ dan ‘malam’ itu akhirnya bergabung menjadi satu, membentuk sebuah kebajikan!
“Sempurna!” ucap Raden Kamandraka yang sekarang telah memegang sebuah keris utuh di tangannya. Keris ini terasa berat sebab menyimpan tenaga dalam yang luar biasa besar, tenaga dalam kebajikan di alam semesta ini.
Dan saat itu juga Mpu Supa kembali bertanya, “Apakah sekarang kamu siap?”
Raden Kamandraka mengangguk sebagai jawaban. Matanya menyorot tajam seperti harimau kelaparan. “Siap, Guru!”