Revenge
Crearunalirik menangis dijalan pulangnovel dan akhirnya istriku diamlirik lagu dibalas dengan dusta
Jam sudah menunjuk pukul dua belas malam.
Seseorang mondar-mandir di sebuah flat, ruangan gelap, hanya ada kursi, televisi dan ranjang besi. Tanpa cahaya, jendela tertutup rapat.
Tangannya sesekali memegang kepalanya, mengerutkan dahi dan sesekali menghela napas berat.
“Tidak bisa begini saja, aku harus melakukan progress, keadaan ini terlalu lambat, tapi juga tak bisa dipercepat.” Dia bergumam sendiri sambil terus bolak-balik dari depan televisi ke kursi.
Beliebte Kapitel