Adik Angkat
Windabima temanku yang imutibumu mengetuk pintu kamar membawa sarapansebening embun pagibibir bengkak saat bangun tidur
Aku menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Bibi.
"Bimo, dia selalu cemburu Bi, kalau aku dekat dengan Mas Rio,"
"Loh, kok." Bi Ijah menautkan alisnya heran, "Kan Eneng Tia kakaknya, kok bisa cemburu gitu?" tanyanya lagi penasaran.
"Bi, kami hanya saudara angkat, dan gak punya hubungan darah. Makanya dia tak pernah mengizinkan aku menikah dengan Mas Rio," terang ku.