Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Ternyata Pembunuh Ibuku

Suamiku Ternyata Pembunuh Ibuku

Ibu sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Aku berlutut memohon pada tunanganku yang menjabat sebagai kepala dokter, agar dia yang menjadi dokter utama dalam operasi itu. Namun di luar ruang ICU, dia malah menangani lutut Isabel yang lecet dengan hati-hati. Dalam keputusasaan, sahabat masa kecilku sekaligus direktur rumah sakit, Rayner, mendorong pintu ruang operasi dan menyerahkan sebuah surat pernikahan kepadaku. "Menikahlah denganku, aku sendiri yang akan mengoperasi ibumu." Dengan tangan gemetar, aku menandatangani namaku. Aku hanya berharap dia bisa menyelamatkan nyawa ibuku. Namun, ibu tetap pergi selamanya di malam hujan itu. Rayner sendiri yang membantuku mengurus segala urusan setelah kematian ibuku. Pernikahan pun tetap berlangsung sesuai rencana. Tujuh tahun kemudian, aku malah mendengar percakapannya dengan wakil direktur di ruang arsip rumah sakit. "Rayner, waktu itu kenapa kamu memindahkan organ mendiang ibu mertuamu ke tubuh ibunya Isabel saat operasi? Apa kamu nggak takut ketahuan?" "Aku berutang pada Isabel." "Andai saja dulu aku nggak ragu-ragu, Isabel juga nggak akan memilih pergi ke Afrika untuk menjadi relawan medis dan Bibi nggak akan jatuh sakit karena terlalu khawatir."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Di tahun kelima pernikahanku dengan Anto, gadis yang ia simpan di hotel akhirnya terungkap ke publik, menjadi perbincangan semua orang. Untuk menghindari tuduhan sebagai "pelakor", Anto datang kepadaku dengan membawa surat cerai dan berkata, “Profesor Jihan dulu pernah membantuku. Sebelum beliau meninggal, dia memintaku untuk menjaga Vior. Sekarang kejadian seperti ini terungkap, aku tak bisa tinggal diam.” Selama bertahun-tahun, Vior selalu menjadi pilihan pertama Anto. Di kehidupan sebelumnya, saat mendengar kata-kata itu, aku hancur dan marah besar, bersikeras menolak bercerai. Hingga akhirnya aku menderita depresi berat, tetapi Anto, hanya karena Vior berkata, “Kakak nggak terlihat seperti orang sakit,” langsung menyimpulkan bahwa aku berpura-pura sakit, menganggap aku sengaja bermain drama. Dia pun merancang jebakan untuk menuduhku selingkuh, lalu langsung menggugat cerai. Saat itulah aku baru sadar bahwa aku selamanya tak akan bisa menandingi rasa terima kasihnya atas budi yang diterimanya. Dalam keputusasaan, aku memilih bunuh diri. Namun ketika aku membuka mata lagi, tanpa ragu, aku langsung menandatangani surat cerai itu. Tanpa ragu, aku menandatangani surat perjanjian cerai itu.
27.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Berakhirnya Janji Setia Empat Puluh Tahun

Berakhirnya Janji Setia Empat Puluh Tahun

Ketika sedang membantu suami membersihkan laptopnya, aku tak sengaja membuka sebuah folder. Ada ribuan video vulgar di dalamnya. Pemeran utamanya adalah suami dan sahabat baikku. Setelah melahirkan, suamiku bilang ada masalah kesehatan pada tubuhnya, sehingga tidak bisa berhubungan intim. Jadi, dia tak pernah menyentuhku dan kami hanya menjalani cinta platonis selama empat puluh tahun. Aku menghabiskan sepanjang hidup dengan kerja keras, melahirkan dan membesarkan anak-anak. Pada akhirnya, semua ini ternyata adalah sebuah kebohongan besar.
9.3127.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Jalinan Cinta Ini Hanya Alat Pemuas Gairahnya

Jalinan Cinta Ini Hanya Alat Pemuas Gairahnya

Lima tahun menjalin cinta diam-diam dengan adik sahabatku, ternyata baginya aku hanya alat untuk belajar mencintai ....
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!

Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!

Ketika kembali ke hari saat aku dan kakakku harus memilih calon suami, aku tiba-tiba menyadari bahwa aku bisa mendengar suara hati orang lain. Aku mendengar kakakku berkata dalam hati, 'Kali ini, aku harus memilih suami yang bagus lebih dahulu!' Lalu dia segera menarik pergi pria yang menjadi suamiku di kehidupan sebelumnya, pria yang tampak lembut dan baik. Dan pria yang di kehidupan lalu memukulinya setiap hari, pria kasar itu, dia tinggalkan untukku. Aku tersenyum. Dia benar-benar mengira pria yang dulu kunikahi itu adalah pria baik?
13.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Jebakan Bidadari Rumah Sakit

Jebakan Bidadari Rumah Sakit

Dalam ruang perawatan yang hening dan penuh nuansa ambigu, tatapan pasien bagaikan sepasang tangan yang mengelus tubuhku. Pada detik berikutnya, aku melepaskan kancing seragamku dan membiarkan diriku terjerumus dalam permainan kotor. Akhirnya, dia merobek stokingku dan jemarinya meraih bagian terdalamku.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Senandung Cinta Aisyah

Senandung Cinta Aisyah

Ciety Ameyzha
Rasa trauma mengurung Aisyah dalam ruang lingkup masa lalu. Ia mencoba menata hidup kembali setelah kejadian pahit yang terjadi secara beriringan dalam waktu dekat. Tak disangka ternyata Allah mempertemukannya dengan David --SPV baru. Pertemuan terus terjadi, hingga mengantarkan mereka pada sebuah
104.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Suami Meninggalkanku Saat Gempa, Dia Menyesal Saat Aku Memilih ke Selacau

Suami Meninggalkanku Saat Gempa, Dia Menyesal Saat Aku Memilih ke Selacau

Saat gempa dahsyat menghantam, suamiku justru mendorongku hingga jatuh demi menyelamatkan mahasiswi miskin yang selama ini dia santuni. Aku tertimbun reruntuhan. Batu-batu bata menghantam tubuhku hingga organ hatiku robek, dua tulang rusukku patah, dan bayi dalam kandunganku tewas karena lemas. Akan tetapi, tepat saat aku akan didorong masuk ke ruang gawat darurat, suamiku justru mencegat dokter. "Selamatkan Aisha dulu! Dia syok berat dan rentan anemia. Ambil darah Zoya saja, golongan darah mereka sama." Rumah sakit itu adalah milik Keluarga Aditya, keluarga suamiku. Dokter itu sempat ragu sejenak, tetapi akhirnya dengan tangan gemetar, dia menuruti perintah sang tuan muda. Akibat penanganan yang terlambat, janin yang mati di rahimku memicu infeksi parah. Aku mengalami pendarahan hebat dan terpaksa menjalani operasi pengangkatan. Di dalam ruang operasi yang senyap, sayup-sayup aku mendengar suamiku di ruangan sebelah sedang menyenandungkan lagu pengantar tidur demi menenangkan perempuan lain. Tak lama kemudian, perutku pun mengempis. Sambil menatap langit-langit ruang operasi yang pucat, keringat dan air mataku luruh menjadi satu. Dengan sisa tenaga yang ada, aku menekan tombol nomor telepon. "Guru, dalam program pengabdian mengajar ke Selacau minggu depan, aku juga mau ikut."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Tepat pada hari ulang tahunku, seorang sepupu yang sedang belajar balet terjatuh dan kakinya cedera. Ayah begitu marah dan langsung memukul kakiku dengan tongkat. Aku menjerit kesakitan, tetapi dia malah menyindir dengan nada kesal. "Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?" Dia memukulku lebih keras lagi, sampai aku tidak sanggup berteriak lagi. Untuk membuatku jera, dia melemparku yang sudah sekarat ini ke dalam ruang bawah tanah. "Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!" Namun, saat dia membuka ruang bawah tanah itu lagi, dia hanya menemukan tubuhku yang sudah hancur dan membusuk.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku membersihkan rumah dan menemukan sebuah album foto. Ternyata, setiap tahun di hari ini, suamiku selalu mengambil foto pernikahan bersama cinta sejatinya. Dari usia 40 hingga 60 tahun, dari rambut hitam hingga beruban, selama dua puluh tahun dia tidak pernah absen. Di balik setiap foto ada tulisan tangan suamiku: "Cinta abadi selamanya." Jika yang dia cintai bukan aku, aku tidak perlu lagi mencucikan bajunya, memasak untuknya, mengurus anak, hingga merawat cucu. Setengah hidupku telah kujalani dengan sia-sia, tetapi tidak ada kata terlambat untuk berubah sekarang.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai ruang make up
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
41
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status