Samaran Terakhir
Di atasnya terukir satu frasa, samar, seperti berbisik langsung ke jiwa:
“Segala yang tidak berani diungkap, akan tetap hidup di sini.”
Adrian menyentuhkan jarinya ke pintu, dan seketika itu gerbang membuka perlahan, memperlihatkan arsip yang tak bisa dibaca oleh mata biasa hanya oleh mereka yang pernah merasakannya.
Di dalamnya, terdapat lemari rasa. Setiap laci memiliki label samar:
Penyesalan yang Tak Pernah Diucapkan.
Kebencian terhadap Diri Sendiri.
Janji yang Terlupakan.