Dosa dalam Cinta
Di balik deru napas dan suara sepatu yang menghantam batu basah, Satrio merasakan kekacauan dalam pikirannya—antara marah, takut, dan keraguan yang menggerogoti dari dalam.
Sekar berhenti mendadak, menarik Satrio ke sebuah lorong sempit di antara gudang tua yang nyaris runtuh. Nafas Satrio terputus, tubuhnya menegang, dan sebelum ia sempat bertanya, Sekar meletakkan telunjuk di bibirnya, isyarat bisu yang menegaskan: diam. Jemarinya lantas menyentuh dinding yang terlihat lusuh dan berdebu. Dengan tekanan ringan, terdengar bunyi mekanik yang nyaris tak terdengar—sebuah panel kecil bergeser, memperlihatkan gagang pintu tersembunyi. Tanpa ragu, Sekar menariknya, membuka ruang rahasia yang gelap
Chapitres populaires