Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus
"Dalam, terlalu dalam... Kak, Tia nggak bisa, Tia bakal hancur..."
"Nggak mungkin. Tia itu rakus," ujarnya tiba-tiba menaruhku di dekat jendela.
Di balik tirai putih, para mahasiswa berlalu-lalang. Seketika, semua inderaku menjadi lebih sensitif.
"Nanti ada yang lihat... Ah... Kakak..."
Payudaraku tertekan di kaca, sementara Eric memintaku berpegangan pada pagar pembatas. Dia tertawa pelan. "Bukankah Tia suka dilihat orang?"