KELAMBU MERAH JAMBU
Lihatlah, mata birunya tergenang air bening dan sekarang menetes-netes, menyerupai gerimis.
Sesegera mungkin, aku menyekanya dengan jari-jemari tanganku, "Kenzy, please, don't be cry!"
Hanya kata-kata itu yang bisa kuucapkan, sungguh. Rasanya, rasanya kerongkonganku tersumpal oleh sesuatu yang besar dan berat. Nggak tega, melihat Kenzy dalam kondisi seremuk ini. Rasanya lebih baik melihat dia marah atau mengamuk sekalian. Huaaa, ooohhh, my God! Perasaan apakah ini namanya? Bagaimana mungkin aku lebih bisa melihat marahnya dari pada sedihnya? Lebih bisa melihat mengamuknya dari pada menangisnya? Oooh, ooohhh, aku pasti sudah gila. Minimal, jetlag yang tak terkendali.
Hot Chapters